Senin, 08 Januari 2024

PERSPEKTIF SOSIAL KULTURAL DALAM PENDIDIKAN INDONESIA

 

Gambar. gotong royong adalah budaya masyarakat indonesia


Dalam dunia pendidikan sudah tidak asing lagi istilah Trilogi pendidikan yang diusulkan oleh Bapak Pendidikan kita yaitu Ki Hajar Dewantara. Ing Ngarso sung Tulodo (di depan menjadi teladan) yang mencerminkan bahwa seorang guru harus bisa menjadi teladan dan memberikan contoh yang baik kepada murid-muridnya.Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun motivasi) yang meminta agar guru harus bisa memberikan motivasi kepada murid-muridnya dalam melakukan sesuatu dan bahkan bisa memposisikan diri menjadi teman atau sahabat dari murid-muridnya ketika dibutuhkan. Terakhir, Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan) yang menekankan untuk para guru mendorong siswa-siswinya berbuat baik Demi kemajuan diri mereka sendiri.

Trilogi pendidikan tersebut bukan hanya dapat diterapkan dalam dunia pendidikan akan tetapi dapat digunakan di kehidupan sehari-hari setiap insan manusia. Contohnya orang tua yang harus bisa menjadi teladan, pemberi motivasi dan dorongan untuk anaknya atau pemimpin yang harus bisa memposisikan diri sebagai contoh, teman dan penyemangat bagi para anggotanya. Inti dari penerapan Trilogi pendidikan adalah bagaimana seorang manusia dapat memposisikan diri secara baik di setiap lingkungan yang dia masuki. 

Selain Trilogi pendidikan, Bapak Pendidikan kita yaitu Ki Hajar Dewantara juga mewariskan Pendidikan Budi Pekerti yang harus ditanamkan kepada setiap insan manusia. Hal ini sejalan dengan setiap kurikulum yang diberlakukan di Indonesia yang menekankan adanya pendidikan karakter di sekolah. Contohnya,  pemberlakuan Pendidikan Pancasila pada zaman Presiden Soeharto dan saat ini di Kurikulum Merdeka juga menekankan pendidikan budi pekerti yang terdapat pada pembelajaran Agama dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN).

Lanjut, jika dibawa dalam hal perspektif sosial kultural, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki beraneka ragam kekayaan tradisi dan budaya. Penanaman sosial kultural atau budi pekerti sudah ada sejak zaman dahulu pada tradisi dan budaya daerah masing-masing. Misalnya saling tolong-menolong dan bekerja sama yang ada pada masyarakat kota masohi kecamatan Maluku Tengah yang disebut dengan Masohi. Contoh lainnya ialah budaya sopan santun masyarakat Jawa yang mana pada sistem kekerabatannya tidak dilihat dari umur melainkan dari jalur keluarga. Hal ini menyebabkan kadang ditemukan kita harus sopan kepada yang lebih muda karena berada pada status kekeluargaan yang lebih tinggi.

Berbicara tentang budi pekerti di perspektif sosial kultural erat kaitannya dengan karakter atau watak masyarakat Indonesia. Umumnya, di masyarakat Indonesia diajarkan sopan santun sejak dalam lingkungan keluarga. Contohnya, hormat kepada yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda, ramah tamah ketika bertemu dengan orang lain, saling membantu antara sesama dan menjaga kerukunan kekeluargaan serta persatuan. Indonesia juga memegang erat semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. 

Poin selanjutnya terkait Sistem Among yang menekankan sistem pembelajaran yang proses pembelajaran merdeka bagi peserta didik dimana dipahami sebagai pemeliharaan dan perhatian untuk mendapatkan pertumbuhan anak lahir dan batin sesuai dengan kodrat. Dalam sistem ini diharapkan guru dapat menjadi Mong atau Momong yang bermaksud mengasuh atau membimbing peserta didik. Guru juga harus menekankan pada pembelajaran yang berpihak pada siswa sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuannya dalam segi kognitif, afektif dan psikomotorik ke arah yang lebih baik. Sistem Among telah dimodifikasi dalam kurikulum merdeka dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi atau berfokus pada siswa.

Itulah pemikiran-pemikiran Bapak Pendidikan atau Ki Hajar Dewantara yang telah dipelajari dan merupakan ilmu baru bagi saya sebagai seorang calon guru. Kesimpulan yang dapat saya katakan ialah sebelum saya mempelajari materi ini, saya memahami bahwa yang namanya pendidikan dan pengajaran adalah dua hal yang sama. Akan tetapi terjawab sudah oleh dosen pengampu dalam materi kali ini yang menekankan bahwa pendidikan dan pengajaran adalah dua hal yang berbeda sebagaimana yang diajarkan oleh Bapak pendidikan. 

Menurut KHD, pengajaran (onderwijs) adalah bagian dari Pendidikan. Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan pendidikan (opvoeding) memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Dari sini saya mengetahui bahwa tugas seorang guru bukan hanya Memberikan ilmu atau pengetahuan kepada siswanya tetapi harus membimbing dan menuntun siswanya untuk dapat mengetahui manfaat dari ilmu itu dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri siswa tersebut.

Terakhir, sebagai bentuk penerapan dari materi yang sudah saya pelajari, Insya Allah saat saya PPL nanti saya akan berusaha menjadi guru yang memegang prinsip Trilogi Pendidikan dan mengamalkan budi pekerti yang baik, dilandasi dengan sosial kultural yang ada di daerah sekolah saya mengajar.



Senin, 18 Desember 2023

Refleksi Topik I Filosofi Pendidikan

Semangat belajar generasi emas papua
Semangat belajar generasi emas papua


Setelah saya menyelesaikan tugas individu dan kelompok yang telah dikembangkan pada fase mulai dari diri, eksplorasi konsep, ruang kolaborasi dan demonstrasi kontekstual, satu kesimpulan penting yang dapat saya ambil yaitu mata kuliah ini merupakan mata kuliah yang penting dan harus dipahami oleh calon guru karena di dalamnya mengajarkan kita tentang perjalanan Pendidikan Indonesia dari sebelum masa kemerdekaan sampai dengan saat ini.

Sejarah menunjukkan bahwa para pendahulu-pendahulu kita tidak mudah mengenyam pendidikan sebagaimana yang kita dapatkan saat ini. Dahulu, para pendahulu-pendahulu harus berjuang memerdekakan kemerdekaan Indonesia agar terlepas dari belenggu penjajahan dan dapat mengatur sistem pemerintahannya sendiri di mana salah satunya adalah mengatur pendidikan. Hal itu merupakan kisah yang mengharukan, dimana dalam memperjuangkan agar kita dapat mengenyam pendidikan seperti saat ini para pendahulu-pendahulu harus mengorbankan jiwa dan raga.

Maka dari itu, sebagai generasi muda harus dapat menghargai perjuangan para pendahulu-pendahulu kita dengan memanfaatkan pendidikan sebaik-baiknya. Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan perkembangan budi pekerti (kekuatan batin), pikiran (intelek) dan jasmani anak-anak. Maksudnya ialah supaya kita dapat memajukan kesempurnaan hidup, yakni kehidupan dengan penghidupan anak-anak, selaras dengan alamnya dan masyarakatnya. 

Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan garis-garis bangsanya (kultural-nasional) dan ditujukan untuk keperluan perikehidupan, yang dapat mengangkat derajat negeri dan rakyatnya, sehingga bersama kedudukan dan pantas bekerja sama dengan lain-lain bangsa untuk kemuliaan segenap manusia di seluruh dunia. Pendidikan budi pekerti harus menggunakan syarat-syarat sesuai dengan ruh kebangsaan, menuju ke arah keluhuran dan kesucian hidup batin, serta ketertiban dan kedamaian hidup lahir, baik syarat-syarat baru yang berfaedah untuk maksud dan tujuan kita.Berhubung dengan apa yang tersebut di atas, perlulah anak-anak kita dekatkan hidupnya dengan perikehidupan rakyat, agar mereka tidak hanya dapat pengetahuan saja tentang hidup rakyatnya namun juga dapat mengalami sendiri dan kemudian tidak hidup terpisah dengan rakyatnya.

Paragraf keempat merupakan kutipan yang terdapat pada pidato Ki Hajar Dewantara dalam dewan senat Universitas Gadjah Mada 7 Oktober 1956. Hal yang ingin saya sampaikan di sini, pendahulu kita seperti bapak Ki Hajar Dewantara sangat mengharapkan partisipasi aktif dari generasi muda dalam bidang pendidikan. Yang mana beliau meyakini bahwa melalui pendidikan lah sebuah bangsa dapat berkembang dan melalui pendidikan lah karakter etis sebuah bangsa dapat terbentuk.

Demikian pendapat refleksi dari hasil belajar saya, semoga pembelajaran ini dapat bermanfaat bagi saya pribadi dan kita semua umumnya.

Rabu, 01 November 2017

Matematika Diskrit

Assalamualaikum wr wb
guys.. ini kumpulan file dari dosen yang bersangkutan ya:
1. Hand out 1(untuk download klik disini)
2.  Hand out 2 (untuk download klik disini)
3. Hand out 3 (untuk download klik disini)
4. RPP Hand out 1(untuk download klik disini)

Rabu, 18 Oktober 2017

Struktur Aljabar

Assalamualaikum wr wb
teman teman ini file-file punya bu alfi:

1. Hand Out 1 (untuk download klik disini)
2. Hand Out 2 (untuk download klik disini)
3. Hand Out 3 (untuk download klik disini)
4. RPP  (untuk download klik disini)
5.  CP (untuk download klik disini)
6. buku 1 (untuk download klik disini)
7. buku 2 (untuk download klik disini)

Demikian, terima kasih.
Wassalamualaikum wr wb

ALBUM SEKOLAH

 1. pembelajaran di kelas